Thursday, December 18, 2014

Banyak

Terkadang tanpa disadari, ada banyak hal yang telah bersedia hadir untuk mewarnai kanvas kehidupan kita, diantaranya kebersamaan. Sampai pada akhirnya, coretan demi coretan kebersamaan itu akan semakin jelas tampak di kala kita menemukan keharusan perpisahan. Berbincang tentang hidup dan masa depan memang banyak sekali bab yang saling menginteverensi. Tentang perpisahan dalam pertemuan, keinginan dalam keputusan, rintangan dalam tantangan, ujian dalam impian. Dalam hidup, kita belajar banyak hokum keseimbangan. Namun satu hal, sungguh kuasa Tuhan yang begitu banyak melimpah dianugerahkan untuk generasi bangsa yang memiliki mimpi yang hebat, jiwa yang tangguh, dan tekad yang kuat. Mungkin adakalanya kita merasa puas terhadap titik yang telah tercapai pada detik ini. Namun, sebenarnya itu bukanlah hakikat tujuan hidup sebenarnya. Bagi para pembelajar sejati, seteguk ilmu yang diminum, akan melahirkan banyak dahaga yang berkali-kali lipat atas ilmu yang baru lagi. Berjuanglah dengan gagah untuk negeri yang besar ini. Semakin banyak perjuangan yang kita gempurkan, maka sama dengan kita sedang meninggikan kehormatan kita. 

Wednesday, December 17, 2014

Hampir Finish

18 Desember 2014. Happy 2nd anniversary Peleton Inti XIV!

Tepat 2 tahun yang lalu, pagi ini kita sedang bersama-sama mendaki lereng sampai hampir menuju puncak untuk beberapa jam kedepan. Setelah melewati malam yang mengajak kita untuk menguatkan langkah dan loyalitas kita, tanpa ada istirahat yang cukup kita kembali lagi pada jadwal yang sudah disusun sedemikian rupa. Paginya, kita bermain bersama bukan? Bersenda gurau, tertawa lepas untuk setidaknya melupakan rasa lelah akibat semalam. Menciptakan gelora-gelora kekompakkan dari setiap segi permainan yang ada. Rasa semangat ini takkan luntur sampai puncak itu berhasil kita taklukan.

Jadi ingat kembali, 2 tahun yang lalu hampir saja aku menyerah di tengah jalan untuk tidak melanjutkan. Namun, berkat kalian semua akhirnya rasa ingin berhenti itu seiring berjalannya waktu justru berubah menjadi tekad yang semakin mengerat.

18 desember 2012, kita diresmikan menjadi keluarga Peleton Inti, perjuangan selanjutnya menunggu untuk kita robohkan bersama, belum ada pikiran untuk semacam perpisahan.

18 desember 2013, sudah satu tahun pelantikan itu terlampaui bersama, suka-duka maupun tawa-tangis sudah banyak tercipta di setiap lembar hari kita, perpisahan itu masih jauh.  

18 desember 2014, sungguh waktu berjalan tidak terkendali. Dua tahun mengalir sederas ombak samudera, perjuangan selama ini tidaklah semudah saat satu tahun yang lebih dulu berlalu. Kebersamaan yang terkadang terasa mulai rapuh namun, kembali lagi kokoh. Rasa lelah yang terkadang menyergap kita namun, sapta bakti lah yang mengembalikan semangat kita. Huh, kita sudah berada di tingkat tertinggi kawan. Sudah ada 2 generasi di bawah kita yang siap menerbangkan lebih tinggi nama TONTI SMANSA. Bayang-bayang purna sudah bukan lagi hanya sekedar semu, namun sudah semakin jelas. Dan, apakah itu bisa disebut sebagai perpisahan? Jika, di setiap hati kita masih ada naluri, ingatan, dan kenangan tentang Angkatan XIV yang sampai kapanpun itu tidak akan hangus.


Dirgahayu Angkatan XIV! Selamat kita hampir sampai garis finis dan siap memulai lagi pada garis berikutnya yang lebih terjal. Semoga pada waktu yang telah ditentukan, kita kembali bersama dengan kesuksesan kita masing-masing.

Saturday, December 13, 2014

Frappocino

Berterimakasihlah pada jarak dan waktu yang menciptakan rasa rindu.

Hujan semakin deras menyemburkan jernih-jernih air yang membasahi jalanan kota. Kita terpaksa harus mencari tempat pemberhentian berteduh. Beruntung saja 5 menit menikmati hujan, kita menemukan sebuah kafe yang cukup strategis. Tidak cukup besar namun juga tidak dalam artian kecil. Nuansanya hangat dengan interior klasik modern. Hanya ada beberapa meja yang telah diisi oleh pengunjung. Permainan antara tuts piano dengan gesekan romantis biola menambah atmosfer kesyahduan. Kafe Frappocino. Tersirat dari namanya, sudah bisa tertebak tentang menu yang disajikan. Kopi dan cokelat- persis kesukaan antara aku dan kamu.

"Selamat malam, selamat datang di Frappocino. Ini table of menu di kafe ini.”


“Terima kasih, saya pesan Hazelnut Carribean”

“Saya Mint Fraphilocinno.”
 Kamu masih menyukai menu yang sama, perpaduan antara mint dan coffee.  Iya, kamu juga masih sama seperti 6 bulan yang lalu- sebelum jarak yang menantang kita.

******
Hujan di luar sana masih enggan mengakhiri butirannya. 

“Maaf.”
 Kata pertama dari kamu pada saat itu dengan sorot mata yang sudah lama sekali aku rindukan.

“Maaf untuk apa?”
 Tanyaku padamu yang terlontar begitu saja.

“Telah menciptakan jarak diantara perjalanan kita."

Kamu sudah tidak pertama kalinya meminta maaf untuk hal ini kepadaku. Namun, baru kali ini kau mengutarakannya secara langsung. Dan, aku pun terdiam untuk mengotak-atik respon terbaik.

 “Tidak seharusnya kita menyalahkan jarak.” Aku menjawab berusaha dengan datar untuk tampak tanpa beban.

“Bukankah jarak yang kadang menyulitkan kita untuk sering bertemu seperti ini? Aku rindu saat kita masih bisa bertemu kapan saja, tidak harus menunggu aku libur seperti ini.”
 Kamu masih saja ngotot menyudutkan jarak sebagai tersangka.

“Itu menyenangkan. Karena jarak, kita rindu. Dengan begitu, kita bisa mengukur kualitas rasa saling membutuhkan. Bukankah seharusnya kita bersyukur?”
 Senyumku tersimpul sederhana untuk kamu- wahai semangatku.

“Ah kamu selalu begitu. Itulah yang membuat aku tidak bisa melepaskan kamu meski aku tahu disini banyak yang menginginkan kamu.” Seringkali celotehanmu yang seperti itu justru membuat aku bertahan, tanpa syarat.

“Membutuhkan dan menginginkan itu berbeda. Dan aku bisa memilih mana yang paling tepat.”

“Kau benar, kita tidak lagi hanya menginginkan. Namun, sudah membutuhkan. Tetaplah seperti ini meski aku kadang merasa kau lelah menjalaninya.”

“Tidak ada perjalanan panjang tanpa rasa lelah. Selagi kita masih saling mendoakan secepatnya rasa lelah itu akan sirna dengan sendirinya.”

“Terima kasih telah mengerti aku. Percayalah pendidikanku disana tidak akan kusia-siakan untuk selalu membuatmu bangga.”

******

Kerinduan. Bukan istilah yang asing untuk dua orang pejuang jarak. Namun, bukan berarti dengan jarak kita lantas menyerah. Kekuatan doa yang membuat kita bertahan sampai di titik ini. Perpisahan ini hanya sementara. Anggap saja sebagai bumbu untuk lebih saling mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.


Friday, December 12, 2014

Awal

Hari ini mendung. Awan lebih mendominasi di langit-langit bumi. Sinar matahari masih enggan memantulkan sinarnya untuk dunia. Embun-embun sisa tetesan hujan dini hari tadi masih melekat dengan jelas di piringan-piringan dedaunan. Saya memilih untuk terlambat merapikan segalanya untuk persiapan sekolah. Toh juga sebenarnya proses KBM sudah berakhir untuk semester INI. Hanya kemarin ada pengumuman dari sentral sekolah untuk kelas XII akan ada sosialisasi universitas. Mungkin jika kemarin sekaligus diumumkan tentang yang akan mengadakan sosialisasi adalah Universitas Indonesia saya akan bersemangat untuk datang paling pagi, duduk paling depan, dan pastinya tidak akan sempat untuk menulis disini sepagi ini.

Saya sudah kelas XII, memegang kelas tertinggi di predikat Sekolah Menengah Atas. Tidak ada 6 bulan kedepan, saya sudah selesai menamatkan elemen-elemen sebagai bekal mendapat ijazah SMA. Hidup jika sudah sampai garis finish seperti ini memang selalu merasa waktu itu berjalan dengan cepat. Kemudian, membayangkan yang dulu-dulu saat pertama kali masuk SMA yang disambut dengan Masa Orientasi Siswa yang sudah dipikir akan menakutkan, namun nyatanya sebaliknya. Sangat menyenangkan setidaknya bagi saya. Saya sudah mendeklarasikan; MOS adalah awal kisah klasik putih abu-abu yang  mengesankan. Tentang pertemuan pertama, kemudian perkenalan dan mengalir sampai sekarang. 


Thursday, December 11, 2014

Desember

Assalamualaikum.. sudah bulan terakhir dalam satu tahun dan sudah berjalan hampir 2 minggu. Dinamika-dinamika 11 bulan di tahun ini yang mengalir dengan tidak disangka-sangka. Hal-hal yang tidak pernah masuk dalam perkiraan sebelumnya. Banyak macam suka dan duka yang mencoba menjaga keseimbangan dalam hidup saya. Banyak orang baru yang datang menaruh seni kehidupan tersendiri.

Selama 17 tahun berlalu, tahun inilah yang menorehkan kenangan-kenangan paling kompleks, paling berwarna dan paling istimewa. Dari mulai kebahagiaan yang paling memuncak sampai kesedihan yang paling perih. Lagi-lagi semakin membuat saya percaya Hidup Adalah Keseimbangan. Ini tergantung tentang diri kita masing-masing yang akan melihat dari sudut pandang bagaimana.

Saya sangat bersyukur diberikan kehidupan seperti yang sudah terukir selama ini. Saya bersyukur diberikan banyak masalah dan tantangan. Karena dengan begitu, saya bisa menularkan cerita pengalaman atau mungkin solusi agar dijadikan pelajaran dan kesalahan yang pernah saya alami tidak terjadi dalam diri orang lain. Bukankah hidup itu nikmat jika saling berbagi?

Di tahun inilah, saya merasa lebih dekat dengan Allah SWT atas segala rahmat, anugerah, dan bimbinganNya. Pencapaian yang tak ternilai dari mulai awal tahun. Diberi kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional dan puji syukur 3rd winner dalam Economic Reseearch Paper yang membahas Asean Economic Comunity. Merasakan atmosfer Universitas Indonesia dan ibu kota bersama my best partner. Selain itu, berhasil lolos LCC 4 pilar wawasan kebangsaan sampai ke level provinsi, bertemu dengan pejabat-pejabat tinggi MPR RI dan gubernur Jawa Tengah. Dan, yang sampai saat ini masih terlekat adalah aura dari Bapak Eddie Siregar selaku sekjen MPR. 

Lalu berhasil masuk 10 besar sebagai pelajar pelopor keselamatan jalan tk provinsi. Kemudian, Allah juga menuntun saya untuk menjadi 2nd Puteri Nasionalisme Provinsi Jawa Tengah. Dan, alhamdulillah 1st Lomba Pidato Antikorupsi tingkat Kabupaten. Saya menyadari dari sekian kompetisi dari mulai kelas 10, tidak ada yang menyangkut tupoksi saya sebagai anak IPA. 

Saya tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang akan segera berakhir untuk dapat membanggakan SMA N 1 Ungaran dengan pastinya berlandaskan niat ibadah kepada Sang Kuasa. Saya juga sedang menjalani project Economic Research Paper FEUI. Semoga saya dan kedua partner saya diberikan bimbingan Allah SWT untuk menciptakan karya terbaik dan bermanfaat ya

Selain berbincang tentang kompetisi. Di tahun inilah, saya diberi kesempatan untuk menjadi seorang ketua di event terbesar sekolah saya. Sungguh, awalnya saya sangat berat dan pesimis dengan kemampuan saya sendiri. Namun, bersyukurlah saya memiliki Allah Mahabesar. Juga bersama dengan orang-orang di sekeliling saya yang selalu memberikan support, doa, semangat dan bantuan. Tanpa kalian, saya tidak bisa seperti sekarang ini. Satu hal yang tidak dipungkiri, bapak dan mamah adalah sepasang sejati makhluk Allah yang paling berharga memancarkan inspirasi dan motivasi yang sangat tajam kepada saya. Yeay dan dengan adanya pensi ini, syukur yang melimpah karena saya bisa bertemu, bertatap muka, dan melihat live show dari salah satu band yang sangat menakjubkan bagi saya. Iya! Sheila on 7. Hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. 

Terima kasih ya untuk rekan-rekan yang selalu berada di samping saya dan tidak pernah lelah untuk menyupport saya. Terima kasih telah membantu saya menemukan citra jati diri saya. Maaf barangkali saya sering merepotkan kalian.

Oh iya, terima kasih juga ya untuk kamu. Iya spesial kamu aprilagus saya, yang selama ini telah membiaskan warna-warna yang tidak selalu sama. Kadang jernih kadang keruh. Kadang jelas kadang blur. Tapi, aku pikir jika itu warna jelmaan tentang kamu pasti akan tersimpan di kotak yang tidak akan tercampur dengan yang selain tentang kamu. Hebat kamu. Terima kasih untuk selama ini dan yang akan datang ya.


Semoga di bulan kedua belas ini, semua berjalan dengan indah, seirama dan memberikan alunan yang menenangkan. Sukses untuk kita semua aamiiiin. Waalaikumsalam..